Mawar Putih yang Beku

 

Dalam kabut pekat

Aku melihat

Titik-titik buih melayang rendah

Buih itu terpana dalam dingin

Seolah menunjukkan keharibaannya

Setangkai mawar putih yang beku

Menunjukkan kelemahannya

Dalam dingin ia pun bertahan

Dengan menghamburkan pesona buihnya

Yang tak kunjung reda

 

Daun-daun bertanya,

“Wahai mawar putih, mengapa engkau bertahan?

Padahal kau telah beku”

Sang mawar menjawab,

“Aku hanya menunggu mentari pagi

Kabarnya, ia akan datang untuk memberikan sinarnya pada ku hari ini”

Komentar